Search

Sentimen Negatif Masih Seret Pasar Obligasi ke Zona Koreksi - CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga obligasi rupiah pemerintah masih terkoreksi tipis seiring dengan sentimen negatif perang dagang yang masih membayangi hingga penutupan pasar.Setelah penutupan pasar, sentimen positif baru datang dari informasi bahwa Amerika Serikat dan China semakin mendekati kata sepakat terkait dengan rencana penandatanganan kesepakatan damai dagang tahap pertama.Turunnya harga surat utang negara (SUN) itu tidak senada dengan apresiasi yang terjadi di pasar surat utang pemerintah negara berkembang yang lain. Data Refinitiv menunjukkan terkoreksinya harga SUN itu tercermin dari empat seri acuan (benchmark) yang sekaligus menaikkan tingkat imbal hasilnya (yield).

Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang di pasar sekunder, sehingga ketika harga naik maka akan menekan yield turun, begitupun sebaliknya. Yield yang menjadi acuan hasil investasi juga lebih umum dijadikan acuan transaksi obligasi dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.SUN adalah surat berharga negara (SBN) konvensional rupiah yang perdagangannya paling ramai di pasar domestik, sehingga dapat mencerminkan kondisi pasar obligasi secara umum. Keempat seri yang menjadi acuan pasar adalah FR0077 bertenor 5 tahun, FR0078 bertenor 10 tahun, FR0068 bertenor 15 tahun, dan FR0079 bertenor 20 tahun. Seri acuan yang paling melemah adalah FR0077 yang bertenor 5 tahun dengan kenaikan yield 1,5 basis poin (bps) menjadi 6,59%. Besaran 100 bps setara dengan 1%.

 

Yield Obligasi Negara Acuan 4 Dec'19

Seri

Jatuh tempo

Yield 3 Dec'19 (%)

Yield 4 Dec'19 (%)

Selisih (basis poin)

Yield wajar IBPA 4 Dec'19 (%)

FR0077

5 tahun

6.584

6.599

1.50

6.5443

FR0078

10 tahun

7.176

7.168

-0.80

7.1483

FR0068

15 tahun

7.605

7.616

1.10

7.5903

FR0079

20 tahun

7.739

7.742

0.30

7.7388

Sumber: Refinitiv


Koreksi pasar obligasi pemerintah hari ini tidak tercermin pada harga obligasi wajarnya, di mana indeks INDOBeX Government Total Return milik PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI/IBPA) masih menguat. Indeks tersebut naik 0,08 poin (0,03%) menjadi 267,28 dari posisi kemarin 267,2.

Pelemahan SBN hari ini juga membuat selisih (spread) yield obligasi rupiah pemerintah tenor 10 tahun dengan yield surat utang pemerintah AS (US Treasury) tenor serupa mencapai 543 bps, menyempit dari posisi kemarin 546 bps. Yield US Treasury 10 tahun naik 2,7 bps hingga 1,73% dari posisi kemarin 1,7%.

Terkait dengan porsi investor di pasar SBN, data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu (DJPPR) terakhir menunjukkan investor asing menggenggam Rp 1.067,56 triliun SBN, atau 38,58% dari total beredar Rp 2.767 triliun berdasarkan data kemarin, yaitu per 3 November.

Angka kepemilikannya masih positif Rp 174,31 triliun dibanding posisi akhir Desember Rp 893,25 triliun, sehingga persentasenya masih naik dari 37,71% pada periode yang sama. Sejak akhir pekan lalu yang juga berarti bulan lalu, investor asing tercatat keluar dari pasar SUN senilai Rp 240 miliar.

Dari pasar surat utang negara berkembang, penguatan masih terjadi sehingga yield mayoritas obligasi negara turun. Hal tersebut terjadi di tengah sentimen negatif perang dagang yang masih membayangi pasar.

Di negara maju sebaliknya, karena koreksi harga sudah terjadi sehingga yield mayoritas obligasi negara tersebut naik karena adanya sentimen positif dari pemberitaan yang menunjukkan bahwa kedekatan AS-China sudah mulai terjalin kembali.

 

Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Negara Maju & Berkembang

Negara

Yield 3 Dec'19 (%)

Yield 4 Dec'19 (%)

Selisih (basis poin)

Brasil (BB-)

6.85

6.855

0.50

China (A+)

3.243

3.198

-4.50

Jerman (AAA)

-0.346

-0.344

0.20

Prancis (AA)

-0.043

-0.034

0.90

Inggris Raya (AA)

0.67

0.708

3.80

India (BBB-)

6.461

6.462

0.10

Jepang (A)

-0.036

-0.033

0.30

Malaysia (A-)

3.446

3.435

-1.10

Filipina (BBB)

4.679

4.639

-4.00

Rusia (BBB)

6.44

6.4

-4.00

Singapura (AAA)

1.771

1.74

-3.10

Thailand (BBB+)

1.62

1.59

-3.00

Amerika Serikat (AAA)

1.709

1.736

2.70

Afrika Selatan (BB+)

8.485

8.425

-6.00

(Peringkat utang) dari Fitch Ratings. Sumber: Refinitiv

TIM RISET CNBC INDONESIA

(irv/irv)

Let's block ads! (Why?)

https://www.cnbcindonesia.com/market/20191204193758-17-120389/sentimen-negatif-masih-seret-pasar-obligasi-ke-zona-koreksi

Bagikan Berita Ini

Related Posts :

0 Response to "Sentimen Negatif Masih Seret Pasar Obligasi ke Zona Koreksi - CNBC Indonesia"

Post a Comment

Powered by Blogger.